Uncategorized

Monolog Diri

Alhamdulillah, di tengah” sibuk nya menjalani aktivitas setiap hari nya. Di sempatkan untuk menulis lagi. Seneng aja gtu kalau blog ini ga sepi, biarlah cukup hati yg sepi (curhat neng), blog mah jangan ya. Mangga dibaca ya temen “. Semoga bermanfaat.

Continue reading

Advertisements
Standard
Uncategorized

Senda Gurau Duniawi

Alhamdulillah… setelah beberapa purnama blog ini tak tersentuh, akhirnya dengan penuh rasa kerinduan akan menulis pun terlampiaskan juga ( blg aja mager kaa 😀 ). semoga ada sedikit manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini.

pernah beberapa bulan yg lalu salah seorang muslimah favorite sy yg tinggal dan sudah menetap di London. sebut saja Mba Dewi, beliau pernah menuliskan dalam blognya.

—————————-

Jangan sampai malaikat bingung mau nulis apa di catatan hidup kita, karena isinya hanya memuja mereka yg luar biasa, lalu terlupa bahwa kita pun harus bergerak menulis rencana dan berikhtiar keras untuk mewujudkannya. Jadi mulai lebih berfokuslah dgn improvement diri, karena kualitas waktu dan hidupmu bukan ditentukan oleh mereka yg kau amati. Kalau bukan kita yg memperbaiki, lalu siapa lagi?   

-Mba Dewi Nur Aisyah-

 

21105716_10214756896464926_8960962423563451250_n

Dunia tempatnya berlelah-lelah, berkeluh kesah, namanya juga manusia yang terlahir tidak sempurna, banyak kekurangan dan kelebihan dalam dirinya. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin banyak kesibukan yang kita lakukan mulai dari menjalani study,bekerja,menikah,mengurus anak. Semua aktivitas yang kita lakukan tidak serta merta berjalan dengan mulus bak berada di jalan tol. dibalik aktivitas yang kita jalani Akan selalu ada hal-hal yang membuat kita resah, kecewa,sedih,gelisah dan lain sebagainya yang membuat seakan diri tak pernah mensyukuri nikmanNya, berbagai keluhan pun mulai memberontak di batin, yang kita keluhkan bukan satu atau dua hal. melainkan tak terhingga sehingga manusia lupa akan nikmat lain yg telah diberikanNya.

Semua sudah allah atur sedemikian rupa, takaranNya pun takkan berkurang. Allah sudah berikan porsinya masing-masing. Jika implementasi dari ikhtiar mu sudah sejalan dengan bait-bait doa yang dirapalkan maka tak ada yang tak mungkin. Dibalik kesulitan yang kamu jalani selalu terselip kemudahan, dibalik pahitnya hidup yang kamu jalani selalu ada hal terindah yang Allah berikan. pada setiap episode kehidupan di muka bumi ini pasti lah terdapat cobaan yang datang silih berganti. Tak ada manusia yang sempurna baik kaum adam maupun hawa dan tak ada cobaan yang datang secara terus menerus. Hanya berbalutkan sabar dan syukur serta tawakkal padaNya. Maka hidup akan senantiasa berada dijalurNya.

Manusia Allah ciptakan ke dunia adalah untuk beribadah padaNya . Seketika tersadar dalam diri bahwa kehidupan yang bahagia bukanlah kehidupan secara duniawi, bukanlah yang memiliki harta dan jabatan tinggi bukan pula memiliki segudang prestasi. Tetapi, kehidupan yang bahagia adalah kehidupan yang apabila pelakunya merasa bahagia ketika melakukan ibadah padaNya dengan berbingkai hati dan niat yang ikhlas.  Semua memang tak ada yang abadi. Yang dulunya selalu ada bisa saja menghilang, yang dulunya menetap bisa saja pergi. Manusia memiliki hati yang sejatinya selalu berubah-ubah tetapi tidak dengan Allah. Karena sejauh apapun kamu pergi, Allah selalu ada untuk hambaNya dimanapun dan kapanpun.

Teruntuk diri yang masih sangat jauh dikatakan sempurna.

Teruntuk diri yang masih cacat dan sering lari dari Tuhannya

Dan teruntuk diri yang masih sangat jauh dikatakan bak bidadari Syurga

Teruslah berbuat baik bak bintang yang bertaburan dilangit, menebar kebermanfaatan bagi ummat dan hauslah akan ilmu akhirat sebagai bekal ketika Allah sudah memanggil. tunaikan apa yang semestinya menjadi amanah dan tanggung jawab dalam diri. Hidup ini hanyalah cerita pendek setiap pelaku nya memiliki jatah hidup masing-masing yang sudah tercatat di lauhul mahfudz. Dari tanah, diatas tanah dan kembali ketanah lalu perhitungan amal yang hanya menghasilkan dua kemungkinan “nikmat atau kah melarat”. Tak ada yang tahu pasti kapan dan dimana. Tetapi kesadaran akan sesuatu hal harus ditanamkan sejak dini. Dan tak ada yang tau beberapa tahun lagi usia kan berakhir.  Hanya berbekal ilmu dan amal yang kan dibawa.

Kadang, pemahaman kita hanya pada batas apa yang kita suka dan kita lihat realitanya.
Kadang, terketuknya batin kita, hanya pada batas apa-apa yang membuat kita bahagia atau sedih pada rupanya. Itu pun tergantung sebanyak apa ujian dan tantangannya.
Kadang, rasa syukur dan terimakasih kita, hanya pada batas-batas bahagia dan takaran dunia saja. Sebatas itu, karena mungkin memang pemahaman kita masih cacat rupa dan seringnya lalai dalam melakukan perintahNya.


Kehidupan ini adalah sebuah dinamika, tidak terus menerus diam. kehidupan ini hanyalah tempat persinggahan sementara, menempa diri sebanyak-banyak nya akan ilmu. ia bukan lah hasil tanpa adanya ikhtiar, tetapi ia adalah sebuah proses menaiki anak tangga perlahan-lahan hingga mencapapai garis finish.


53297061_2691383017568983_6173609759619416064_n

Tulisan ini ditulisan sebagai pengingat bagi diri yang sering lalai dan lupa. Semoga tulisan singkat ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua.

 

Medan, 19 Maret 2019.

09.00 WIB

 

Standard
Uncategorized

Pembelajaran Diri

Sungguh sy bersyukur telah dipertemukan dengan banyak orang” baik yg memberikan segudang pembelajaran tentang esensi hidup yg sebenarnya. Dan Bandung adalah jawabannya. Sebuah destinasi perjalanan yang dengannya terdapat banyak hikmah dari setiap cerita kehidupan yang tak dilupa.

Pada sebuah rencana semoga tidak menjadi wacana. hanya ingin terus melakukan kebaikan kepada siapapun, Berada di lingkungan baik, dan setiap fase perjalanan hidup akan terus berjalan di koridor yg baik pula.

Kepada siapapun yg pernah membersamai dalam setiap kisah lika liku perjalanan hidup. Sederhana saja semoga kenal nya kita akan membawa keberkahan. Semoga kenal nya kita akan membawa kebermanfaatan. dengan bertambahnya angka usia pada diri maka berkurang pula lah jatah hidup di bumi Allah ini. Semoga segala do’a – do’a yg temen” rapalkan dalam sujud dimalamNya dapat menjadi jalan untuk mempermudah menggapai segala cita-cita dan juga harapan, tidak hanya tentang hal dunia. Namun juga akhiratNya.

Setiap episode cerita dalam hidup, akan ada segala hal yang harus dipilah-pilih ntah itu karir,pendidikan ataupun hal lainnya. Setiap keputusan yang akan diambil harus lah siap dengan segala konsekuensi nya.
Yaa… dibalik rencana A mungkin ada yang lebih dulu di persiapkan, rencana A,B bahkan C. Baik menurut versi manusia belum tentu baik dengan versi nya Allah begitupun sebaliknya. Berikan ikhtiar terbaik kita, do’a yg melangit. Jika segera dikabulkanNya, maka Bersyukurlah wahai diri, namun jika tidak, akan digantikan dengan yang lebih baik. InsyaAllah.

Teruntuk diri yg masih alpha dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba. Semoga dengan bertambah nya angka usia pada diri ini, Allah beri setitik cahaya agar Istiqomah nya iman dalam berhijrah mampu menjadikan diri lebih taat, mampu menjadikan diri lebih tawadhu’ serta mampu menjadikan diri lebih rendah dihadapan RabbNya. karena sejatinya, kehidupan yg akan kekal abadi adalah di alam AkhiratNya.

Wahai Rabbi…. Tak ada yg patut kami sombong kan, karna segala yg kami miliki hanya lah berasal dariMu juga kasih sayangMu. Jadi kan lah diri untuk selalu bersyukur atas segala pemberian dariMu. Wahai Rabbi … Semoga segala apa” yg kami miliki dapat menjadikan iman kami senantiasa Istiqomah, menjadikan hati kami semakin cinta terhadap-Mu.

Semoga yg membaca ini dapat mengambil pelajaran yg bermanfaat. Dan jika ada sedikit kekurangan mohon dimaafkan. Karna yg menulis ini hanyalah seorang hamba yg sedang belajar dan terus belajar meraih ridho dariNya.

Bandung, 21 Oktober 2018
11.35 wib

Standard
Uncategorized

Ia adalah Malaikat Syurga Allah

43 tahun sudah engkau bertarung dengan dunia dan lebih separuh usiamu sudah engkau habiskan untuk mendampingiku.
ia adalah seorang wanita yang lebih memilih mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menngambil peran utama dalam sebuah konteks rumah tangga yaitu seorang ibu dan juga istri. mengistirahatkan semua mimpi-mimpi yang dlu ia idamkan demi merawat sang buah hati dan juga suami.

IMG20180617174443

 

Wahai malaikatku !
engkau adalah seorang perawat sekaligus dokter sejak kecilku, tak pernah kenal kata lelah untuk selalu menjaga kesehatan keluarga.
bolak-balik mengantarkanku ke dokter anak karna aku anak yg paling sering sakit ketika kecilku.

Wahai malaikatku !
engkau adalah seorang juru masak, tak pernah kenal kata lelah untuk terus selalu mengajarkanku tentang segala macam resep masakan, mengenalkanku tentang bumbu-bumbu dapur dan juga tentang segala macam bahan” kue yang enak.

Wahai malaikatku !
engkau juga seorang guru favoritku, yang pertama kali mengajarkanku mengenal huruf-huruf ijaiyah. mengajariku cara berpidato pada saat SMA lalu serta memberikan ku semangat saat aku berada di area pertandingan pada masa itu. hingga kini aku beranjak dewasa, engkau juga seorang sahabat yang tak pernah berkata “bosan” saat aku menceritakan tentang kisah cintaku,

Seiring bertambahnya angka usia pada diri maka berkurang pula jatah kita hidup pada bumi Allah ini. Tangan yang selalu menengadah meninggi selalu engkau rapalkan dalam setiap bait-bait doa padaNya. Mengeyampingkan ego demi memenuhi kebutuhan sang buah hati dan juga suami. Badan yg tak elok lagi seperti gadis-gadis pada umumnya. Semua telah berganti alih ketika ia lebih memilih untuk menjadi peran baru tersebut.

Engkau tak meminta anakmu untuk membayar semua jasa yg telah engkau berikan, tetapi engkau hanya ingin anakmu agar menjadi wanita cerdas nan Soleha. menjadi wanita yg lihai dalam mengurus generasi penerus agama Allah nantinya.
Kini, 21 tahun telah aku berikan pengabdian ku padamu, semoga akan kekal abadi. pernah engkau berpesan wahai Ibu! bahwa apabila ilmu seseorang bertambah maka bertambah pula rendah hati nya, yang apabila ilmu seseorang itu bertambah maka semakin bertambah pula kebermanfaatan pada dirinya dan apabila ilmu seseorang itu bertambah maka bertambah pula keimanannya kepada RabbNya.
.
tak banyak yang bisa ku jelaskan tentangmu, karna aku yakin setiap tetes keringatmu bekerja sebagai ibu rumah tangga, ketulusan hati
dalam melayani keluarga semoga syurga akan menjadi balasan nya. Karna engkau tahu wahai Ibu! Tak ada predikat yang paling mulia disisi-Nya dan tak ada profesi yang lebih tinggi derajatnya selain memilih peran menjadi ibu dan juga istri. hingga suatu saat nanti aku menikah, doakan aku agar selalu mencontoh tauladan baikmu yang tak pernah berhenti belajar untuk menjadi lebih baik.

Puluhan kata dalam sebuah rangkaian kalimat menjadi satu membungkus sebuah nasihat” indah nan menyentuh qolbu. Nasihat ibu yg ia berikan melalui hati yg sangat tulus mampu memberikan banyak pembelajaran bagi diri agar terus selalu kuat dan tegar dalam menghadapi perjalanan hidup sementara di bumi Allah ini.

Your life is nothing more than a love story. Between you and God. Nothing more. Every person, every experience, every gift, every loss, every pain is sent to your path for one reason and one reason only: to bring you back to Him.” Yasmin Mogahed

Trimakasih atas segala kasih syg dan juga cinta

Bandung, 16 Agustus 2018.

Standard
Uncategorized

Wanita dan Peran nya

Sudah lama rasanya tidak menulis lagi, dan menceritakan semua unek unek yg ada di fikiran. Maafkeun yaa 😂 Alhamdulillah, semoga aktivitas demi aktivitas akan selalu dilancarkan dan dimudahkan, amiinnnn.

Sembari mengisi kekosongan, maka kali ini disempatkan untuk mulai menulis lagi. semoga tema kali ini akan ada manfaat yg diambil setelah membacanya.

• WANITA dan PERAN nya •

Jika baik wanita, maka baik pula negaranya, namun jika rusak wanita maka rusak pula lah negaranya. Kalimat tersebut cukup sederhana, tetapi, sungguh menyadarkan saya untuk terus selalu berbenah dan berbenah yg insyaAllah akan menjadi diri yg lebih baik dari diri sebelumnya. Wanita adalah pembentuk suatu peradaban, pencetak suatu generasi yg cerdas, maka dari itu Wanita yg baik adalah wanita yg senantiasa menjaga akhlak dan kehormatan dirinya.

Ditengah perbincangan malam yg hangat, ibu saya pernah mengatakan sesuatu, bahwa menjadi seorang wanita itu sangat banyak peran serta tanggung jawab yg diamanahkan pada dirinya. Dan beliau juga memberikan beberapa nasihat yaitu :

“Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”
Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Dari hadist tersebut, sadarilah bahwa inilah peran kita wahai wanita ketika kita menjadi seorang ibu nantinya. Dari rahim wanita lah lahir generasi-generasi yang perlu dididik dengan ilmu agama, tidak melulu mementingkan urusan materi. Namun, yg paling utama adalah harus dididik dengan moral dan akhlak yg baik.

Menjadi wanita tentu tidak mudah, akan sangat banyak sekali ilmu yang harus ia pelajari, karna segala bidang ilmu itulah yg akan menjadikannya bekal menuju kehidupan selanjutnya. Bagi wanita yang belum menikah ( nunjuk ke diri sendiri 😉 ) bukan berarti kita harus menutup mata dan telinga kita untuk tidak mengetahui hal hal demikian, akan tetapi perlahan demi perlahan kita juga harus mengetahui, merencanakan, dan mempersiapkannya dengan kematangan. Jika kita menyiapkannya dengan pemikiran yg matang. Maka berarti kita telah siap untuk mengambil dan menjalankan peran tersebut. Serta ilmu apapun yg kita pelajari akan ada manfaat dan sisi positif nya dari apa yg kita dapatkan saat ini.

Ada suatu hadist mengatakan :
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim:2699).

Jadi, untuk para wanita, kita dilahirkan dengan begitu istimewa tentu nya juga diri kita sangat banyak sekali perbedaan yg ada pada diri laki laki, peran serta tanggung jawab kita akan menjadi ibu juga tidak mudah, yuk mari sama sama kita belajar memperbaiki diri dan mendidik diri agar generasi yg kita lahirkan nantinya akan terdidik dengan akhlak dan moral yg baik.

Semoga tulisan saya kali ini akan membawa manfaat bagi temen” semua. Ambillah sisi positif nya dan buanglah sisi negatif nya

Sekian

Bandung, 6 Desember 2017

00.38 WIB.

Standard
Uncategorized

Fatimah Az-Zahra & Ali Bin Abi Thalib “The Greatest Love Story Ever”

131106_19Bismillah .. Siapa yang tidak kenal dengan Fatimah,sang Putri Rasul? Walaupun gak pernah dijabarkan seperti apa rupanya,tapi jaminan mutu pasti cantik banget. Fatimah itu Puteri Rasululullh SAW yang notabene masih keturunan bangsawan. Yah kita lihatlah ya keturunan bangsawan keraton aja bening-bening.. Gimana keturunan bangsawan Arab? Untuk selingan aja dulu ya. Rasulullah itu tampan banget.

Ada rahasia terdalam di hati Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fatimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.

”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.Ia mengambil kesempatan.Itulah keberanian.Atau mempersilakan.Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ”

”Aku?”, tanyanya tak yakin.”Ya. Engkau wahai saudaraku!””Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?””Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?””Entahlah..”

”Apa maksudmu?””Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”

”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Ternyata memang dari dulu Fatimah sudah mempunyai perasaan dengan Ali dan menunggu Ali untuk melamarnya. Begitu juga dengan Ali, dari dulu dia juga sudah mempunyai perasaan dengan Fatimah. Tapi mereka berdua sabar menyembunyikan perasaan itu sampai saat nya tiba, sampai saatnya ijab Kabul disahkan. Walaupun Ali sudah merasakan kekecewaan 3 kali keduluan orang lain, akhirnya kekecewaan itu terbayar juga.

Yups, sekali lagi, kata-kata ini pasti akan muncul dalam benak anda >>> “Jodoh memang tidak kemana”

Wallahu’alam Bishawab ..

mangga di share jika dirasa bermanfaat 🙂

Sumber : jamaludinsoleh.multiply.com http://kembanganggrek2.blogspot.com/

Standard
Uncategorized

Kalau Sudah Lillah, Maka Takkan Lelah

Ada yang mengeluh ingin gugur dan jatuh lalu dia berkata lelah. Ada yang lelah tubuhnya penat tapi semangatnya kuat dan dia berkata lillah – khadimulqur’an-

Istanbul_Turkey_Temples_Mosque_513489_2880x1800.jpg

kita diturunkan ke bumi ini dalam rangka beribadah kepada Allah (Q.S. 51:56) & menjadi khalifah (Q.S. 2:30). Setelah dari sana, kita akan kembali ke kampung halaman kita. Tinggal pertanyaannya, kita memilih untuk pulang kembali ke kampung halaman ini, atau malah sebaliknya ke kampung sebelah? (neraka). Dunia ini menjadi saksi biksu oleh para hamba Allah untuk menabung amal dengan sebanyak-banyaknya tetapi, ada pula hamba Allah yang menjadikan dunia ini hanyalah untuk bersenang-senang dengan segala kenikmatan yang tak ada habisnya lalu dia tidak tau akan dibawa kemana kehidupan nya setelah merasakan nikmatnya dunia padahal jauh lebih dari itu ada kehidupan yang akan kekal abadi setelah kita hidup di dunia yang fana ini yaitu alam akhirat. Mungkin ini selingan di awal sembari saya meresume paper yang diberikan oleh dosen TA saya, kalimat yang saya paparkan diatas adalah untuk menyadarkan diri saya bahwa dunia ini hanyalah sementara, apapun yang kita lakukan semata-mata hanyalah mengharap ridho darinya dan hanyalah amal yang akan dibawa pulang dan akan menemani selama kita berada dalam alam akhirat.

Daripada energi terbuang karena mengeluh, jadikanlah peluh sebagai pembuka ridha illahi robbi. 

Siang ini saya duduk di salah satu tempat yang membuat saya nyaman ketika berada di tempat ini yakni gedung perpustakaan di tempat saya berkuliah. minggu lalu dosen TA saya memberikan arahan bahwa harus meresume paper yang berkaitan dengan topik yang saya pilih, namun beberapa hari setelah diberikan saya baru mengerjakannya berhubung ada sesuatu yang harus saya tunaikan sebagai seorang mahasiswi. Di tengah saya meresume paper tersebut seketika saya merasakan sebuah kepenatan yang luar biasa. Apa ini yang dinamakan mahasiswi tingkat akhir atau kurang piknik yaaa 😀 maafkan sayaaa ya Allah. Saya merasakan bosan, jenuh, penat, lelah dengan semua hal yang sedang saya jalani tapi, saya berfikir lagi apa ini cara Allah untuk membuat diri saya semakin dekat dengannya. Alih alih dosen TA saya pernah memberikan sedikit nasihat bahwa ketika diri ini lemah, dan lelah ingatkan lagi hati untuk semakin dekat dengannya. Bu firaaaa… aku padamu wesss 😀

Saat diri ini lemah,lelah dan jauh dari-Nya tiada kata apapun yang terucap selain dengan mengucap zikir di penghujung sajadah.   

Saat kita melakukan banyak hal, mungkin tubuh kita tak selalu kuat untuk melakukannya. Kelelahan yang hadir semoga dinilai kebaikan, jika kita melakukkannya karena Allah Ta’ala. Karena selelah apapun kondisi kita dalam melakukan kebaikan, ketika lelah itu karena Lillahi Ta’ala, maka Allah lah yang akan menilai dan membalasnya dengan kebaikan. Saya jadi ingat ketika salah seorang sahabat sholehah saya memberikan sepatah dua kata ketika saya down dan hilang semangat bahkan saya pernah berfikir saya melakukan hal itu setiap hari buat apa sih ? semua yang saya kerjakan ini ada manfaat nya ga sih  ? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang membuat saya semakin tak ada habisnya untuk terus mengeluh, astaghfirullah 😦 lalu sahabat saya tadi pun memberikan kalimat singkat nya namun penuh makna.

kaaa kamu tahu ga, kenapa hidup itu teramat pahit? Karena surga itu teramat manis. -Adriani Rizka 2014-

trimakasih yaaa… uhhh ketika saya mendengar ucapannya hati sayapun terenyuh ternyata benar apa yang dikatakan beliau, bahwa ketika kita down dan tidak semangat dan saat kita berfikir perjuangan ini sudah segini aja, perjuangan ini sampai di titik ini saja namun ternyata tidak. Semua yang kita lakukan ini adalah bentuk perjuangan dan proses untuk menaiki anak tangga perlahan demi perlahan hingga sampai pada garis finish. Setiap perjuangan yang dilakukan terdapat lelah,letih,lemah dan penat yang dirasa. Semua itu jadikanlah bentuk rasa syukur kita kepada sang maha Pencipta bahwa kita masih diberikan nikmat umur, hidup dan nikmat lainnya yang kita rasakan pada saat ini.

buat para pembaca semua sedikit pesan dari saya. Jadikanlah setiap aktivitas yang kita lakukan adalah sebagai bentuk rasa syurkur kita terhadap Allah swt dan niatkan dalam hati bahwa apapun segala usaha yang kita upayakan tak terlepas hanya mengharap ridho-Nya. Sekian cerita dari saya, karna apapun yang ingin saya tuliskan disini adalah sedikit pengalaman dari hidup yang saya jalani. Semoga ini bisa menjadi sebuah manfaat dan ladang kebaikan bagi temen temen semua. Hatur nuhun

Hikayatul Isri, 15.05 Bandung

Perpusatakaan Telkom University

Standard