Saat Iman Ini Lemah

Hari ini tepatnya tanggal 12 Juni 2017, di kota kembang nan indah saya kembali lagi dengan tulisan sederhana saya, dengan sejuta unek unek yg ada dalam fikiran saya. Hari ini saya duduk di sudut gedung perpustakaan dengan mengenakan baju putih biru yakni seragam kuliah yg sehari hari saya pakai. Saya berfikir sejenak sambil mengetuk-ngetuk jari tangan saya diatas keyboard, bahwa Bandung begitu romantis kota ini kota tempat berteduh saya selama hidup di perantauan jauh dari orang tua,adik adik, saudara dan juga teman kecil saya. Tapi saya menikmatinya dengan penuh rasa syukur dengan sang ilahi Rabbi.

“Seorang muslim itu selalu punya cara sendiri untuk menata hatinya. Saat kecewa hadir dalam perjalanan hidupnya, ia akan kuatkan imannya” -,Mba Dewi,-

Blog yg sering saya kunjungi adalah blog salah satu wanita terhebat yg pernah saya temui di beberapa akun media sosial seperti blog,instagram dan facebook. Beberapa waktu lalu saya sering kepoin beberapa akun media sosial beliau, saya kagum dengan apa yg beliau hadirkan dalam blog nya. Begitu terkesan begitu menginspirasi. Seketika itu saya pernah membaca mengenai pejalanan hidupnya saat di London dan saya banyak belajar dari beliau tentang bagaimana menjadi seorang muslimah yg cerdas dan muslimah yg tidak gampang putus asa saat cobaan menghampiri.

Seketika saya merenung dengan sejuta makna hidup yg sebenarnya saya belum faham arti akan keimanan sesorang. Saat iman ini lemah, adakah obat yang paling mujarab selain dengan mengingatNya ? adakah obat yg paling ampuh selain dengan menyebut kalamNya ? saat iman ini lemah tiada yg mampu untuk mengobati dan membantu selain dengan besujud dihadapanNya menyembah dengan isak tangis selalu mengiringi diatas sajadah. Jika iman itu artinya percaya, lalu pertanyaannya, sudah sejauh mana kita percaya akan ketetapanNya ? Sedangkan maut, rezeki, jodoh sudah Allah tetapkan jauh sebelum kita lahir ke duania Maka apa yg kita terima tak akan berkurang ataupun bertambah karena manusia. Besaran yg didapat tentulah sesuai dengan takarannya.

Saya pernah kecewa bahkan kecewa yg sangat mengenyuh dalam dada saat tangis selalu menghampiri dalam sujud sepertiga malam saya tapi saya selalu pecaya dan bertawakkal hanya padaNya. Saya yakin dan percaya bahwa ada yg menyembuhkan segala sesuatunya dengan sebaik baik rencanaNya. Kecewa yg saya alami demikian merupakan kecewa yg amat sangat mengenyuh dada dan hati saya dan isak tangis pun selalu menetes bahwa dengan bertawakkal dan berikhtiar semua akan Allah mudahkan selagi kita terus berikhtiar dengan sebaik baik pengikhtiaran kita sebagai hamba yg dhoif ini.

Bukankah Allah telah berjanji bahwa dia yg maha pemberi masalah atas permasalahan yg ada dan dia juga yg maha pemberi solusi dari segala permasalahan yg terjadi demikian. Lantas, kita sebagai manusia jangan hanya lemah saat iman kita diuji, jangan hanya pasrah saat iman kita goyah tetaplah selalu berdoa bahwa Allah selalu mengabulkan doa dengan melalui 3 tahap yakni diberikan dengan segera, ia tunda atau ia ganti dengan yang jauh lebih baik, tapi pada intinya tetaplah bertawakkal dan berikhtiar dengan sebaik baik pengikhtiaran kita padaNya.

                                                  اَللَّهُمَّ  ياَمُصَرِّفَالْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبُنَا عَلَى طَاعَتِكَ

        Artinya: “Ya allah, Dzat yang mencondongkan hati, condongkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu.” [HR. Muslim, no. 2654]

Tulisan ini saya buat sebagai bentuk reminder dalam diri saya bahwa masih banyak yang harus saya benahi dalam diri ini. Bahwa diri ini masih penuh dengan dosa. Semoga Allah jadikan kita seorang hamba yang mampu selalu mengingatNya dan Allah jadikan kita semua hamba yang selalu dekat padaNya dan selalu bersyukur atas segala nikmat baik nikmat iman, nikmat kesehatan dan nikmat hidup. Sekian dari saya mahasiswi semester 7 yg sedang dalam keriwehan menghadapi Tugas Akhir. Semoga tulisan ini bisa menjadi kebermanfaatan bagi pembaca semua.

 

Hikayatul Isri, 12 Juni 2017 , 11.54 : Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s