Prioritas Niat

Mount-Fuji 

“Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, maka jadikanlah kelebihanmu itu sebagai ladang pahala yang bermanfaat bagi orang-orang yang ada disekelilingmu -Hikayatul Isri-

Berbicara mengenai niat. Niat merupakan awal dari sebuah perbuatan yang ingin kita lakukan jika niat kita sudah benar dan yakin maka apapun pekerjaan yang kita lakukan akan terasa lebih mudah namun jika niatnya tidak disertai dengan keyakinan yang seyakin yakinnya maka semua pekerjaan akan terlihat susah. Seperti yang telah dijelaskan dalam suatu Hadist yaitu

–“Innamal a’maalu bin niyyah” (Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niat)–

Dari hadist tersebut sudah jelas bahwa segala perbuatan harus diawali dengan niat Ketika kita ingin meraih sesuatu contohnya saja kita ingin meraih S2 keluar negeri,  ingin meraih juara 1 dalam suatu kompetisi dan ingin Hijrah di jalan Allah. Dari 3 contoh sample yang telah saya sebutkan sebelumnya awal dari semua itu haruslah disertai dengan niat dan berikhtiar dengan seyakin yakinnya kita kepada sang maha mengabulkan yaitu Allah swt.

Saya pernah mengikuti suatu event yang dimana event tersebut saya fikir sangat bermanfaat buat diri saya yaitu “UXID”. Acara tersebut diadakan tepatnya di kota Bandung dan dikemas sebagus mungkin didalamnya terdapat discuss antar kelompok dan berakhir dengan presentasi dari masing-masing kelompok dan alhamdulillah nya acara tersebut sangat berjalan dengan lancar. Suatu ketika saya berkenalan dengan salah seorang perempuan sebut saja “Dian” mba Dian ini sangat supel dan ramah kebetulan sekali kami satu kelompok untuk mengerjakan suatu project design yang telah diberikan.Kami memulai mendiskusikan design apa yang ingin dibuat. Waktu pun tiba menunjukkan pukul 15.00 Wib. Masing masing kelompok diberikan waktu istirahat dalam waktu 30 menit dan dalam waktu kosong itulah saya memulai memberanikan diri untuk mengobrol lebih dekat dengan mba Dian. Beliau merupakan alumni Mahasiswi UPI di kota Bandung jurusan Management dan beliau juga seorang guru pengajar bahasa Inggris dan subhanallah beliau ingin melanjutkan s2 nya di Jepang. “Betapa sungguh bangga nya kedua orang tua nya dengan beliau”  ‘dalam hati saya berkata demikian’  dan sampai-sampai beliau ingin mengajarkan saya bahasa jepang dengan senang hati . Subhanallah pisan 🙂 dan satu pesan mba Dian kepada saya bahwa Niat dan Usaha kita tidak boleh hanya sebatas satu tetes air hujan tapi, niat dan usaha yang kita lakukan haruslah lebih dari satu tetes air hujan. Seperti satu pribahasa mengatakan  kalau tidak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya artinya Tak akan tercapai maksudnya kalau tak mahu berusaha dan bersusah payah.

Dari sepenggal kisah pengalaman yang saya dapatkan dalam acara tersebut yaitu bahwa setiap manusia memiliki suatu kelebihan dan kekurangan yang ada pada masing masing setiap individu. Kelebihan yang ada jadikanlah sebuah ladang pahala dan berikanlah sebuah kebermanfaatan bagi orang orang disekelilingmu dan kekuranganmu jadikanlah sebuah pemrosesan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Niat dan Usaha haruslah sejalan sesuai dengan sesuatu yang mana yang ingin kita prioritaskan. Saya sebagai seorang mahasiswi semester 7 yang masih duduk di bangku kuliah ini masih sering berfikir dan terus berupaya untuk membuat suatu perubahan yang besar yang nantinya bisa bermanfaat bagi orang orang yang ada disekeliling saya. Ketika mendengar dan melihat seseorang yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Luar Negri. Saya merasa sudah sejauh mana usaha yang saya lakukan ? sudah sejauh mana doa yang saya panjatkan ke sang maha pencipta ? dan sudah sejauh mana ikhtiar serta niat yang saya ingin tujukan ? namun semua itu ada Allah swt yang akan memudahkan jalan kita menujunya. jika niat kita sudah mantap dalam hati dan disertai Ridho Allah swt Dia yang akan memudahkan jalan kita untuk terus berikhtiar semaksimal mungkin.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Artinya :”dan tiadalah mereka (manusia) diperintah kecuali untuk beribadat menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat hanya semata-mata untuknya (Al-Baiyinah : 5).

Saat niat sudah sejalan dengan ikhtiar maka kuatkan iman untuk mendekat padaNya. Saat niat sudah sejalan dengan suatu prioritas maka kuatkan tekad bahwa semua akan ada yang memudahkan kita untuk meraihnya dan saat iman sudah mantap dalam hati kuatkan lagi untuk meraih ridho dariNya. 

Hikayatul Isri, 15 Juni 2017. 13:53 , Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s