Cinta dan Kasih Sayang

Putri kecil yang saat ini telah tumbuh dewasa, telah tumbuh menjadi seorang wanita yang kuat, wanita yang tegar, wanita yang sudah merasakan bagaimana mengemban sebuah amanah di tanah rantau. Doakan ia agar selalu Allah mudahkan dan lancarkan setiap langkah perjalanannya dan doakan ia agar menjadi wanita yang paling mulia di sisi Allah swt. aminn ya rabbal ‘alamin ๐Ÿ™‚

Bunga-Kisah-nyata-islami

Sering kita mendengar sebuah kalimat “Cinta dan Kasih Sayang”, mungkin kalimat ini biasa ditujukan bagi orang yang menjalin sebuah hubungan yakni “pacaran”, namun semua itu hanyalah sebuah kedustaan yang masing masing pihak berperan layaknya seperti sepasang suami & istri. namun Cinta & Kasih Sayang merupakan sebuah kalimat lembut nan syahdu di dengar yang terlahir dari sebuah ikatan suci dimana Allah meridhoi apapun yang dilakukan didalamnya. Mendengar kata sebuah ikatan suci yaa. aku teringat dengan kedua orang tua ku yang nun jauh disana, mereka ibu dan ayah ku yang merawat ku sejak aku dalam kandungan hingga seperti sekarang ini. aku dirawat, dididik, dan dibesarkan dengan penuh rasa “Cinta dan Kasih Sayang”. mereka dengan sabarnya menuruti semua keinginan ku, bagaimana bisa aku membalas semua jasa mereka ? namun, hanya dengan sebuah doa dengan ketulusan hati yang ku hamparkan diatas sajadah di penghujung malam.

Cinta dan Kasih Sayang, mungkin sangat romantis di dengar. ibu dan ayah ku memberikannya dengan tulus tanpa ada kedustaan sedikitpun. Tiada Cinta dan Kasih Sayang yang sangat luar biasa yang pernah aku rasakan selain dari mereka, hadir tanpa ada dusta, hadir dengan totalitas, hadir dengan penuh kebahagiaan dan hadir dengan suasana yang sederhana. Aku menikmati nya, aku sangat bersyukur bahwa nikmat Allah begitu sangat mengagumkan karna sang maha pencipta telah menghadirkan cinta yang luar biasa melalui kedua orang ku. Tuhan, Izinkan aku untuk selalu berbakti dengan mereka, mengabdi dan taat dengan sebaik-baik ketaatan ku pada engkau ya Rabbi, Izinkan aku untuk terus selalu membahagiakan mereka sebelum aku bersama dengan laki-laki yang benar-benar menjadi imamku kelak. Karna nantinya pengabdian dan bakti ku akan berpindah dengan laki-laki yang akan mencintaiku dengan sepenuh hatinya. Tetapi, Bu Yah… jika nanti aku akan berpisah dengan kalian yakinlah cinta dan kasih sayang ini tetap akan selalu membersamai kalian lewat sebuah bait-bait doa yang akan terdengar oleh langit bersama dengan para malaikat.

ูˆูŽุงุฎู’ููุถู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽู†ูŽุงุญูŽ ุงู„ุฐู‘ูู„ู‘ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฑูŽุจู‘ู ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽูŠูŽุงู†ููŠ ุตูŽุบููŠุฑู‹ุง

โ€œDan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, โ€œWahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecilโ€ [Al-Isra : 24 ]

Teruntuk Buya, sosok laki-laki gagah, sosok laki-laki dengar sabarnya membimbing aku anak perempuan satu-satunya dalam hal agama, Trimakasih telah mendidik ku dengan sebuah ketulusan yang tersembunyi. Tapi, aku yakin dan percaya lewat sikapmu demikian tersimpan sebuah rasa sayang dan cinta padaku, anak perempuanmu satu-satu nya. Jika nanti aku menemukan seorang laki-laki yang penyayang, penyabar, dan mencintai ku dengan ketulusan hatinya namun itu tak kan bisa menggantikan sebuah rasa sayang nya ayah ku terhadap ku. aku akan tetap menjadi putri kecilmu yang selalu bahagia dimanapun aku berada.

Teruntuk Mama, sosok wanita hebat nan tangguh, senantiasa Allah berikan rasa kekuatan dan ketegaran dalam dirinya, derajatnya paling mulia di sisi Allah dan Allah jadikan ia sosok wanita yang spesial. Trimakasih telah mengandungku, merawatku, mendidik ku, membesarkan ku dan menjaga ku dengan cinta dan kasih sayang yang tak bisa aku deksripsikan. Jika nanti aku akan mendapatkan sosok ibu dari suami ku kelak, namun semua itu tak akan bisa menggantikan engkau wahai ibu kandungku, bidadari dunia tak bersayap yang Allah hadirkan dalam hidup ini. Aku adalah wanita yang kelak akan menjadi seperti mu, menjadi ibu dari anak anakku. Izinkan aku untuk terus selalu memperbaiki dan berbenah atas diri yang hina ini. kelak aku akan menjadi “Madrasatul Ula”, Madrasah utama bagi keluarga kecil ku yang akan mengurus anak-anak ku dan suami ku.

mungkin ini hanya sedikit cerita di waktu senja, dapat disimpulkan bahwa cinta dan kasih sayang dari orang tua kita lah merupakan rasa yang benar-benar tulus datangnya dari mereka. setiap langkah perjalanan kita tak terlepas dari doa restu mereka. Jadi, selagi mereka ada bahagiakan, bantu beban mereka dengan sebuah pengharapan serta doa. Yakinlah ridho nya kedua orang tua terhadap kita adalah ridho nya Allah juga begitupun sebaliknya, semoga bagi yang membaca ini ibadahnya lebih ditingkatkan lagi, menjadi wanita/pria sholeh dan sholehah, serta dalam hal akademiknya selalu Allah mudahkan. Sekian dari saya mahasiswi semester 7 yang kini sedang merasakan sebuah lika liku Tugas Akhir. semoga Allah mampukan dan lancarkan segala urusan saya, aminnn Yrb.

 

Hikayatul Isri, 13 September 2017 , 18.30 WIB

Bandung ๐Ÿ™‚

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s